Penyebab perceraian di Indonesia

Perceraian menjadi masalah sosial yang akhir-akhir ini terus meningkat. Perceraian bahkan sudah mulai menyebar dari kawasan kota sampai ke desa.

Rasanya banyak pasangan yang bercerai dan mereka merasa tetap nyaman. Perceraian di Indonesia sudah menjadi masalah yang berat karena hampir setiap hari selalu ada pasangan yang mendaftarkan perceraian.

Ini sebenarnya bisa dilihat dari berbagai masalah yang terjadi dalam rumah tangga. Berikut ini adalah beberapa penyebab perceraian di Indonesia.

  1. Perselingkuhan

Banyak pasangan yang sudah menikah lama di Indonesia dan tiba-tiba mereka memutuskan untuk bercerai. Penyebabnya adalah ketika salah satu pasangan sudah selingkuh.

Fenomena “pelakor” bahkan sudah menyebar dengan cepat di sosial media. Meskipun pelaku selingkuh mendapatkan sangsi sosial tapi ini bukan masalah yang ringan.

Ketika salah satu pasangan sudah selingkuh maka tidak ada lagi yang bisa dipertahankan.

  1. Ekonomi

Banyak kasus ekonomi rumah tangga yang akhirnya memicu perceraian. Kondisi ini tidak hanya terjadi di desa tapi juga di kota.

Masalah utamanya selalu terjadi ketika ada salah satu pasangan yang tidak bekerja dan sementara pasangan yang mencari nafkah tidak bisa mencukupi kebutuhan.

Alasan untuk menemukan kehidupan yang lebih baik sering mendorong perceraian.

  1. Komunikasi yang buruk

Masalah pasangan yang sama – sama sibuk adalah kurangnya komunikasi. Terkadang masalah ini tidak pernah diduga dalam sebuah pernikahan.

Komunikasi adalah tiang pernikahan yang sangat kuat. Banyak pasangan yang akhirnya bercerai karena tidak pernah bertemu dengan pasangan meskipun mereka tinggal satu rumah.

Akhirnya pasangan ini tidak memiliki visi dan misi yang sama dalam menjaga rumah tangga.

  1. Perbedaan pendapat

Perbedaan pendapat antara pasangan bisa menyebabkan rumah tangga hancur. Hal ini bisa terjadi karena setiap hari pasangan harus berdebat.

Ada banyak persoalan yang bisa didebatkan seperti pola pengasuhan anak, keuangan, kegiatan dan komunikasi. Sering kali ini menyebabkan salah satu pasangan merasa dipojokkan.

Akhirnya ketika sudah tidak bisa bertahan maka perceraian dianggap langkah yang paling baik.

  1. Rumah tangga berbeda dengan impian

Setiap pasangan biasanya memiliki impian tentang rumah tangga yang akan dijalani. Misalnya ingin memiliki pasangan yang baik hati, mencukupi nafkah, bisa memberi keturunan dan harapan yang lain.

Ketika salah satu pasangan tidak bisa mewujudkan keinginan tersebut maka pasangan dianggal gagal. Akibatnya selalu ada pertengkaran setiap hari.

  1. Tidak dekat secara psikis dan fisik

Pasangan yang menikah dengan awal perjodohan dari orang tua memang sangat rentan dengan perceraian. Hal ini biasanya dipicu dengan masalah pasangan yang tidak bisa dekat secara emosi dan fisik.

Akhirnya pasangan hanya hidup bersama tapi tidak memiliki kedekatan apapun. Ini juga yang bisa menyebabkan perselingkuhan sehingga membuat pasangan bercerai.

  1. Kesetaraan gender

Salah satu masalah perceraian yang dihadapi di perkotaan adalah karena adanya perubahan dalam pandangan gender.

Ketika salah satu pasangan harus memiliki tanggungjawab yang besar maka bisa membuat pasangan menjadi tidak nyaman.

Terkadang ini tidak hanya terjadi pada pihak laki-laki saja tapi juga untuk perempuan. Terutama jika pihak wanita memiliki karir yang lebih baik maka bisa membuat pihak laki-laki tidak terima.

Akhirnya terjadilah perceraian yang tidak diinginkan.

  1. Belum siap menikah

Perceraian juga sangat rentan untuk pasangan yang menikah tapi mereka sebenarnya belum siap menikah. Salah satu hal yang sering terjadi adalah pada kasus pernikahan dibawah umur.

Kasus ini paling sering terjadi pada daerah tertentu dimana pernikahan harus dilakukan ketika usia muda. Terkadang selisih usia pernikahan juga akan membuat jarak yang jauh sehingga akhirnya bercerai.

  1. Kekerasan dalam rumah tangga

Kasus kekerasan dalam rumah tangga baik secara fisik dan mental juga sering memicu perceraian. Ada masalah dasar yang membuat kekerasan dalam rumah tangga menjadi sangat sering terjadi.

Terluka secara fisik dan mental akan membuat pasangan tidak nyaman lagi. Akhirnya pasangan akan bercerai karena ini dianggap cara yang lebih baik daripada harus rujuk lagi.

Jadi ternyata itulah semua penyebab perceraian di Indonesia. Tidak ada pernikahan yang mudah tapi mengawali dengan pernikahan yang baik bisa mengurangi risiko perceraian.

Sumber referensi:

  • https://www.rappler.com/world/regions/asia-pacific/indonesia/bahasa/englishedition/154709-divorce-abuse
  • https://www.dandc.eu/en/article/financial-problems-are-main-reason-divorce-indonesia

Leave a Comment