Seorang fotografer yang sedang menikmati liburan
bersama rombongan di pantai yang dikelilingi hutan,
masih asyiknya membidik keindahan alam tanpa
mempedulikan hari menjelang malam.
Saat tersadar bahwa dia terlepas dari rombongan dan
hujanpun mulai turun dengan derasnya, dia berlari
menuju jalan setapak menuju hutan. Kilat menyambar
mendirikan bulu roma, selang berapa lama menyusuri
jalan setapak dikejauhan terlihat redup lampu mobil
berjalan perlahan mendekati si fotografer.
Begitu mobil melintas di depannya tanpa pikir panjang
langsung saja si fotografer meloncat naik kedalam
mobil. Bertambahlah rasa takutnya ketika tahu mobil
tersebut tidak ada sopirnya dan hanya dia sendiri
dalam mobil yang berjalan begitu lambat, sambil
sesekali saat ada tikungan mobil tersebut dikendalikan
oleh sebuah tangan.
Doa tak hentinya dipanjatkan oleh si fotografer.
Hingga akhirnya dia melihat cahaya dikejauhan dia pun
melompat turun yang ternyata cahaya dari sebuah warung
kopi, diapun lari menghampiri sambil tersenga-sengal,
belum sempat dia menceritakan kejadian yang baru saja
dialami dengan orang-orang yang berada di warung
datanglah 2 orang pemuda yang basah kuyup sama seperti
dirinya sambil menunjuk kearah si fotografer salah
satu pemuda berkata “itu dia bangsat yang menaiki
mobil kita saat kita sedang mendorong.” Pingsanlah si
fotografer.
Pengganti kursi listrik
Seorang sipir penjara mencoba menghibur terpidana
berikutnya yang hari itu akan menjalani hukuman
matinya diatas kursi listrik dengan mengatakan:
”Jangan terlalu gelisah, karena daya voltage
listriknya sangat tinggi, lagian itu terjadi dalam
waktu yang singkat sekali”, apa mau dikata saat itu
dari kejauhan terdengar teriakan orang yang kesakitan
luar biasa, dan itu berlangsung berkepanjangan,
“Saya pergi kesana sebentar untuk melihat yaaa…….”
katanya, tak lama ia kembali, kemudian dengan
santainya dia menjelaskan : “Tak ada masalah yang
berarti, cuma masalah teknis saja kok, tadi itu
rupanya skeringnya putus, maka digunakan LILIN sebagai
gantinya, itu sajaaaaa………”.
Barangkali
Filed under: Cerita Lucu
Suatu hari guru menyuruh membuat kalimat dengan kata
BARANGKALI
Guru: Ayo siapa yg bisa membuat kata barangkali
Murid 1: Saya! barangkali di kelas ini saya yg paling
pinter
Guru: Bagus,ayo siapa lagi ?
Murid 2: Saya bu! barangkali saya anak yg paling
ganteng di dunia ini
Guru: Bagus,siapa lagi ?
Murid 3: Saya! batu, pasir, kerikil, lele dumbo dkk
adalah BARANGKALI