Suamiku Diadili Di Kantor Lurah
Sudah bukan rahasia lagi kalau suamiku itu sudah beberapa kali berurusan dengan tokoh masyarakat karena dituduh mengganggu istri orang. Bahkan, pernah dia diarak ke kantor lurah karena ketahuan lagi ehm-ehman dengan wanita muda yang ditinggal merantau suaminya.

TAPI bagaimana pun juga dia adalah suamiku. Aku masih mencintainya. Aku sudah beberapa kali menasihatinya agar dia berhenti membuat masalah. Tapi apa daya, aku hanya wanita lemah yang tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali pasrah. Sebenarnya, aku juga risih dengan tetangga karena memiliki suami yang suka mabuk-mabukan dan mengganggu istri orang.
Aku pergi dari rumah dan kembali ke rumah orangtua. Namun suamiku datang menjemput sambil berjanji akan menyayangiku sepenuh hati dan tidak lagi berbuat serong. Sebagai orang desa, aku memang selalu diajarkan untuk selalu bersabar. Karena itulah, ketika suamiku berjanji untuk meninggalkan kebiasan buruknya, aku pun memberinya kesempatan dan kembali ke rumah suamiku.
Beberapa bulan, tingkah lakunya memang telah berubah. Dia tidak pernah lagi kudapati berbau alkohol. Begitu pula dengan guncingan soal sifatnya yang suka main perempuan, tak kudengar lagi. Bahkan, tetanggaku berkata bila suamiku sepertinya memang telah tobat dan kembali ke jalan yang benar.
Ternyata, salah. Tepatnya pada bulan Januari tahun lalu, desaku yang terletak di lereng sebuah gunung, gempar. Petugas ronda mendapati suamiku tengah "ehm-ehman" dengan seorang wanita yang suaminya sedang pergi merantau.
Ratusan orang kemudian mengarak suamiku ke kantor kelurahan. Malam itu juga mereka "disidang" oleh Pak Lurah. Aku juga datang. Saat itu, baik suamiku maupun si janda itu membantah telah berbuat "ehm-ehm". Katanya, suamiku hanya bertandang. Tapi petugas ronda membantahnya.
Menurut petugas ronda, mereka mendapati keduanya di dalam kamar dalam keadaan tanpa busana:
Atas desakan warga, keduanya lalu diserahkan ke kantor polisi. Aku sangat malu. Keesokan harinya, aku langsung pulang ke rumah orangtua. Sementara suamiku harus berurusan dengan pihak kepolisian.
Itulah ceritaku. Kini, kami telah cerai. Sebenarnya, aku tak ingin menceritakan kejelekan mantan suamiku. Tapi, aku berharap itu sebagai pembelajaran.
Advertisement
|
|
 |
 |
 |
|
 |
|
GOSIP DAN HOT NEWS
 |
Festival Penis di Jepang
Ribuan warga kota Kawasaki, Jepang berbondong-bondong keluar rumah merayakan satu festival unik tahunan, Festival Penis....
|
 |
Biografi Ayu, Sarah dan Rahma Azhari
"Mulanya aku sempat kaget juga, tapi setelah itu aku tahu itu bukan aku. Foto-foto itu hanyalah hasil sebuah rekayasa,"
|
 |
Maria Ozawa aka Miyabi
Selain membintangi video-video orang dewasa, Maria Ozawa juga tampak dalam beberapa film-film V-Cinema, MTV Jepang, dan video klip...
|
 |
Asia Carera, Ratu Film Porno Asia
Kecantikannya membuat dirinya menjadi ratu porno di Asia, Kini dia telah penisun dari dunia itu dan menjadi salah satu wanita terkaya di Amerika..
|
 |
Ratu Felisha, Dari Foto Vulgar Sampai "Babi Ngepet"
- "Peran semacam itu hanya masalah siap atau tidak siap...." ujar Felisha.
|
 |
Bunga Citra Lestari dan Asshraf
"Gua sudah lama banget nggak dekat sama orang (pria-red), sah-sah saja kan berteman dengan siapa pun, ..." jelasnya.
|
|
 |
|
 |
|
|
|
|