KUTEBUS SEGALANYA DENGAN PERCERAIAN
Aku merasa begitu bersalah ketika harus menikah dengan Joko (samaran) karena ia bukanlah lelaki yang seharusnya bertanggung jawab atas anak yang tengah kukandung. Akhirnya, kuputuskan pergi darinya.

Sebut saja aku Diana (samaran). Sebenarnya aku tak cinta sama sekali pada Joko, meskipun ia sudah mengejarku dengan berbagai cara. Aku hanya menumpahkan cintaku pada Doni (samaran). Aku dan Doni pacaran 2 tahun. Hubungan kami sudah begitu jauh, sampai yang tak seharusnya kami lakukan pun, hampir menjadi lakon hidup kami setiap saat. Apa hendak dikata, cinta yang membuatku menyerahkan segalanya. Hingga akhirnya aku hamil.
Betapa panik aku saat itu. Bukan karena tak siap menjadi ibu atau istri dari lelaki yang kucintai itu, tapi justru aku panik karena Doni malah tak mau bertanggung jawab atas anak yang kukandung. Aku malah dituduhnya telah berhubungan intim dengan lelaki lain. Anak ini dianggapnya bukan darah dagingnya. Sungguh sikap yang tak pernah kuduga sebelumnya.
Mengapa aku rela menyerahkan mahkotaku pada Doni ? Karena aku yakin ia akan menjadi suami dan ayah dari anak-anakku kelak. Tapi kenyataan berkata lain. Aku dicampakkan setelah semua madu ia hisap dari tubuhkku. Sejak saati itu aku tak pernah lagi melihat Doni. Kabar terakhir dari adiknya, katanya ia berada di Kalimantan ikut pamannya di sana. Orang tua dan adik-adikku yang ikutan panik tak lagi punya cara lain untuk menyelamatkan aib keluarga kami.
Hingga akhirnya, Joko yang dulunya setengah mati mengejarku kini mulai mendekatiku. Ia tak tahu sama sekali kalau aku sekarang ini tengah mengandung janin Doni. Ketika kuberi kesempatan untuk mendekatiku, Joko langsung serius untuk melamarku. Bagiku ini sebuah kesempatan untuk menyelamatkan keluargaku dari aib. Akhirnya lamaran Joko kuterima, dan kamipun menikah.
Meskipun bulan kelima kandunganku, Joko belum juga sadar kalau anak ini adalah darah daging Doni. Ia begitu memanjakanku, sampai-sampai aku bagai ratu dihadapannya. Kebaikan Joko ternyata meluluhkan semua kekhilafanku selama ini. Aku baru menyesal telah membuatnya kecewa dulu. Bahkan aku berfikir kalau dialah manusia yang berhati emas.
Kini dua pilihan meradang di jiwaku. Antara ingin mempertahankan rumah tangga kami atau melepaskan Joko karena rasa bersalahku. Sebulan anakku lahir, aku tak tahan seterusnya hidup dalam kebohongan dan kepura-puraan. Joko sudah begitu baik kepadaku. Akupun harus menelan semua kapahitan karena aku mengambil keputusan untuk menjauhi suamiku. Semua kulakukan demi menebus kesalahanku kepadanya.
Joko kini sadar kalau anak ini adalah darah daging Doni. Dengan air mata, aku pergi meninggalkan suamiku.
Joko sebenarnya sudah pasrah dengan kenyataan ini. Ia malah memilih bersatu kembali denganku meski anak dalam kandunganku bukan benihnya. Tapi aku sudah putuskan akan menjalani hidup dalam kesenderian. Semua demi menebus kesalahanku sendiri. (BKM)
Advertisement
|
|
 |
 |
 |
|
 |
|
GOSIP DAN HOT NEWS
 |
Festival Penis di Jepang
Ribuan warga kota Kawasaki, Jepang berbondong-bondong keluar rumah merayakan satu festival unik tahunan, Festival Penis....
|
 |
Biografi Ayu, Sarah dan Rahma Azhari
"Mulanya aku sempat kaget juga, tapi setelah itu aku tahu itu bukan aku. Foto-foto itu hanyalah hasil sebuah rekayasa,"
|
 |
Maria Ozawa aka Miyabi
Selain membintangi video-video orang dewasa, Maria Ozawa juga tampak dalam beberapa film-film V-Cinema, MTV Jepang, dan video klip...
|
 |
Asia Carera, Ratu Film Porno Asia
Kecantikannya membuat dirinya menjadi ratu porno di Asia, Kini dia telah penisun dari dunia itu dan menjadi salah satu wanita terkaya di Amerika..
|
 |
Ratu Felisha, Dari Foto Vulgar Sampai "Babi Ngepet"
- "Peran semacam itu hanya masalah siap atau tidak siap...." ujar Felisha.
|
 |
Bunga Citra Lestari dan Asshraf
"Gua sudah lama banget nggak dekat sama orang (pria-red), sah-sah saja kan berteman dengan siapa pun, ..." jelasnya.
|
|
 |
|
 |
|
|
|
|